Selasa, 23 Mei 2017

TANYA TANYA YANG (TAK) MESTI TERJAWAB

Pertanyaan itu sebenarnya mudah,tapi menjawabny susah. Butuh kesabaran dan lapang dada,menarik nafas berkali-kali,memejamkan mata lalu jawab pelan-pelan. Iya pelan-pelan.

Pertanyaan yang sama dari Orang-orang yang berbeda. Pertanyaan yang sama pada umumnya ke pelaku kawin campur.

1. Kenapa Nikah Sama Bule?

Pertanyaan ini sudah umum. Mungkin saja sudah lebih dari ribuan pelaku kawin campur di hadapkan dengan pertanyaan ini,jawabannya pasti macam-macam,beda-beda berdasakan pengalaman yang punya hidup.

Jodoh. Jodoh itu rahasia kan? Rahasia Allah,kita tak akan pernah tau letak dan kesempatan jodoh kita datang itu kapan. Meski kadang-kadang dah pacaran puluhan purnama eh gak taunya si purnama eh si pacar ini  nikahnya ama orang lain,jadilah kita si kunyuk yang jagain jodoh orang. Miris kaga sih? Lah iyaaa..kaga enak 😃😃😃.

Nah balik lagi kepertanyaan itu di atas,yah jawabnya cuma satu. Jodoh. Tak lain tak bukan karena Jodoh.

Jodoh yang di takdirkan Allah tuk bersama dari belahan bumi lain,benua lain,langit lain. Eh langitnya sama ding,cuma gak seatap istilahnya yah hihi😋.

2. Kok bisa kenal bule? Dapat dimana? Ketemu dimana?

Nah ini nih? Dapat dimana? Duhh kaya barang aja dapat dimana. Makanya gak salah banyak teman yang sinis juga jawabnya saat pertanyaan yang datang kaya gini.

Ada yang jawab nemu di tong sampah,comot di google dan bla blanya,niatnya sih sarkasm tapi uang ada berlanjut ketanya berikutnya. Apa boleh buat.

Nah kalau saya pribadi kenapa bisa kenal ama bule yah karena di kenalin. Dapat dimana? Dapat dari emaknya 🤣🤣🤣🤣.

Ketemu dimana? Kebetulan ketemu di kampung halamanya,kota kecil yang cantik yang tempat say tinggal sekarang.

Ceritanya?.

Saya dulu gak pernah ngarep bakal nikah ama bule,duh kepikiran aja kagak,serem bok tinggal jauh dari orang tua,secara dulu mikirnya kan orang Minang,anak satu-satunya perempuan pula mesti netap dirumah jadi Bundo Kanduang dalam keluarga.

Duluu sekali saya malah bilang sama Amak mau nikah ama orang Solo mau tinggal di Solo hihi,karena si Solo ini lelaki pertama yang saya kenali ke Ortu dan sebaliknya. Tapi ternyata sama si Solo gak jodoh lantaran kedua belah pihak keluarga tidak ada yang setuju,keluarga saya bilang kalau nikah mesti tinggal di Padang nah keluarga dia bilang mesti tinggal di Solo,yah jadilah tarik menarik yang akhirnya putus dan babay.

Nah sejak cerita si Solo berakhir gak pernah lagi kepikiran buat nikah,mikirin buat kuliah dulu saja,pacaran juga enggak,kalaupun saya punya hubungan dengan maya atau via facebook doank itu hanya buat semangat aja,biar ada yang bantuin begadang kerjain tugas-tugas kuliah,meski tak sedikit saya salah pilih orang,yang saya kira baik taunya bajing. Pembual dan pembohong.

Nah trauma donk,akhirnya tiap punya hubungan gak pernah lagi mikir mau lanjut,apalagi ampe jenjang nikah,duh dulu gak ada,jadi kalau ada yang saya kasih puisi dan geer akan hal itu salah besar,karena saya sejak jaman pacaran SMP alias cinta monyet selalu kasih puisi ke sang pacar,secara puisi buat saya yah dah biasa banget. Bisa aja di tanya sama yang kenal sama saya alias pacaran dari jamannya saya masih hijau pasti ada saya bikinin puisi cinta atau puisi galau 🤣🤣🤣🤣🤣.

Nah menjelang tamat kuliah terbetik niat dihati jika saya nikah,saya mau nikah sama orang Minang saja biar dekat ama keluarga,biar ilmu yang dapat di kuliah teraplikasikan,biar saya gak jauh dan bisa merawat orang tua.

Lah tapiiii.... nasib berkata lain.

Hingga tepat beberapa bulan menjelang tamat kuliah ada yang nawarin saya buat berangkat ke negara yang saya sendiri gak tau dimana,cuma tau benuanya saja,bahasanya apalagi kaga paham saya. Dia undang saya untuk datang menemani Ibu mertuanya untuk tahun baruan 2014 karena saat itu dia harus kerja di negara tetangganya.

Lah kesempatan gak datang dua kali,langsung saya iyakan,dan pas Seot 2013 saya tamat kuliah,wisuda,punya passport pertama kali dan umumkan pada keluarga bahwa saya akan ke Jerman.

Reaksi keluarga saya? Ketawa...tak percaya,siapa juga yang akan percaya,saya akan ke jerman,ngapain. Punya uang juga kaga,apalagi saya terkenal  pemimpi sejak kecil. Iya pemimpi.

Akhirnya semua dokumen buat sponsor saya kirim ke Jerman,dengan hanya persetujuan Abak dan Om saya,semua selesai Oktober 2013 urus visa ke Jakarta,kali pertama ke Jakarta dalam hidup saya setelah 2009 di jemput si Solo,tapi kali ini beda visi.

Visa saya lolos,asrtinya jalan saya mulus,ongkos di bayarin ibu mertua di kakak angkat saya ini dan tiket di tangan,27 November 2013 saya siap terbang ke negara yang saya sama sekali tak tau terletak dimana. Gila kan? Karena takdir itu membuat saya berani.

Nah ada satu hal saat saya mau berangkat si Uni bilang.

"Jika kamu berangkat kosongkan hatimu dari segala hubungan yang tidak jelas dan bawa hati kosong kesini". Karena saat itu dia tau betul saya punya hubungan maya ama lelaki Surabaya.

Awalnya saya tak paham arti kalimat ini,tapi saya pkir ada baiknya juga sehingga tiga hari sebelum berangkat saya babay sama si Lelaki Surabaya ini,lelaki maya tanpa ikatan meski ulng tahunnya berupa buntalan puisi,buat saya sekali lagi puisi itu hanya apa yang saya rasa saat itu dan tak mesti selamanya kan.

Lalu,kapan saya tau arti kalimat itu? Saat saya sudah di negara tujuan,3 hari setelah sampai,saat sudah pindah dari rumah si Uni  kerumah mama mertuanya, saat ada ulang tahun sahabatnya saya di undang,disana saya ketemu lelaki (yang kini jadi suami saya) dengan Pullover warna merah, kulit putih merona dan mata hijau malu-malu cinta pandangan pertama? Yah bisa jadi😃😃😃😃.

Hingga di kenalin,dan seiring waktu si dia yang pemalu ini jadi rajin bicara,bahasa Inggris yang patah-patah,bahasa Jerman yang saya tak paham sama sekali,tapi bekal kamus dan si Mama yang selalu betulin tiap vokal yang saya ucapkan,saya mulai kenal bahasanya.

Lalu waktu berjalan,dia yang selalu minta ijin mama saat mau bawa saya keliling kota,melihat hal-hal baru,dan selalu mengantar pulang tepat waktu.

Dan 3 bulan berlalu,saya harus pulang ke negara saya tercinta dan dia ternyata sudah jatuh cinta dan menyatakan sejak 26 Desember 2013,sebulan setelah kenal,tapi saya takut dan tidak menanggapinya.

Hingga  kepulangan saya tiba waktunya,dia yang mengantarkan kebandara,di perjalanan dalam kereta tepat 25 Februari 2014 dia melamar saya dan bilang setahun akan datang dengan keyakina sebagai seorang Muslim dan menikahi saya.

Dan begitu adanya Maret 2015 dia datang dengan keyakinan di dada dan kita menikah sampai kini dan semoga selamanya.

Ya itulah jawabannya,dia lelaki di pilihkan seseorang dan dia ternyata jodoh yang sudah di atur Tuhan.

Arnstadt 19.02
03.06.17

Senin, 09 Januari 2017

SEPOTONG CERITA

Senja sebentar lagi melamat disini,jarum jam menunjuk angka 14.06 siang,penantian masih lumayan tunggu,menjelang 15.30 saya masih harus duduk disini,menunggu pada seseorang di dalam gedung berlambang Garuda itu, yang masih mengerjakan dokumen-dokumen saya yang butuh di legalisir,di luar dingin pelan-pelan mulai kembali membelai pori melalui pintu yang tertutup dan terbuka seiring pengunjung Cafe yang lalu lalang,ah bukan Cafe tapi Lobby sebuah Hotel tepatnya,yang berada di sebelah gedung yang berjendela putih bisu. 

Yah,saya disini,sementara demi bisa berselancar didunia maya,setidaknya begitu.
Seperinya Matahari sudah ingin kembali,pada selimut biru,pada awan-awan pilu,menyiapkan hujan,gelap atau mungkin malam ini akankah saya menikmati Salju,entahlah,seperti yang tak mungkin,tujuh derajat dan berangi ini bukanlah waktunya bunga-bunga dari langit itu jatuh,dan sudah bulan kesekian musim ini dan si putih lembut itu belum jua menyentuh bumi,setidaknya jiwa in sudah rindu,pada beku,pada bisu,ahh mungkin nanti di perjalanan yang masih panjang dan gugu,biarkan sajalah,setodaknya besok saya sudah harus kembali pada kota itu,kota yang sama dengan tiga tahun lalu.
Berlin, 14.19
27.12.16

Minggu, 18 Desember 2016

Karena Saya Ini Pemuisi

Karena tidak dikasih kesempatan membesarkan yang di sayang,menjaga yang pernah di kandungan,membesarkan cinta yang di damba,menjadi wanita yang seutuhnya,mungkin Allah lagi menyiapkan rencana lain yang tak pernah bisa di tebak.

Belajar sabar itu tidak mudah,berkata,'yang sabar,semua akan baik-baik saja',sungguh sangat mudah sekali. Saya bisa,yah saya bisa bilang saya sabar,saya iklas,tapi hati tetaplah manusiawi yang kadang rindunya melampaui batas iman.

Tapi di tengah kelemahan ini,kesakitan yang tengah berjuang untuk sembuh,tengah berperang untuk menahan tidak menangis,menjatuhkan air mata saat rindu,itu sangat tidak mudah,saat mencoba tersenyum saat menceritakan proses kelahirannya,menceritakan betapa aktifnya dia,menceritakan betapa bahagianya pernah bersamanya,itu tidak mudah,bagi yang belum merasakan,yang tidak merasakan akan mudah saja berkata,sungguh berkata itu sangat mudah.

Tapi segala hal,saya sadar,hidup saya ini hanya jembatan antara alam rahim dan alam kematian,saya sadar,kelak saya juga akan pulang,padaNya,pada Allah,yang telah membawa harapan saya itu terbang,saya sadar betul itu,tanpa harus di ingatkan,tanpa harus di debatkan,karena saya tahu betul,bahwa nyawa saya pun milik Dia,tapi sekali lagi atas manusia yang punya rasa luput,lupa,dosa dan hayalan,kadang mimpi saya yang tak sampai itu membawa air mata,yah saya menangis karenanya,jika saya harus memeluk tangan saya sendiri kala saya rindu pada yang ingin saya punya,rindu pada yang ingin saya timang.

Namun,berjalan itu tak pernah mundur,akan selalu maju,menata langkah pelan-pelan,perlahan,belajar menerima,entahlah ujian,cobaan bahkan mungkin azab di kehidupan,sehingga yang disayang di ambil duluan,atau mungkin karena Dia terlalu sayang,terlalu cinta,hingga sang bidadari pulang padaNya,sebelum sempat tersenyum dan membuka mata dan memanggil saya dengan sebutan Ma.

Hidup itu juang,perejuangan yang tak akan selesai,bahkan ketika tubuh berbalut kafan,hanya berharap saja,hati ini kuat,jiwa ini kian bermunajat dan kesempatan masih panjang,Dia adalah sebaik-baik perencana kehidupan,mungkin segala ketakutan dalam hatilah yang membuatnya membawa sang jiwa pergi,agar hati bisa lebih tabah,kokoh melebihi baja.

InshaAllah,saya masihlah pemimpi yang kepala di cahaya tak hendak menuju mati pun memadam,jadi,janganlah salahkan,jika masih dan masih ada puisi-puisi sakit dan rindu yang menjerit pada jiwa yang telah di peluk langit,karena sejatinya kawan,saya ini pemuisi.

Jumat, 18 November 2016

Kala Sepi adalah Mainan

Ah sayang
Degup didada daban
Serupa layang-layang
Tanpa tujuan
Sepi yang kalap
Sunyi yang lindap

Rindu berderap-derap
Kehilanganmu bukanlah yang kami harap
Ah,sayang.
Jiwa yang menjadi angan
Kamu pulang pada Tuhan
Kami hilang harapan

Segala yang masih
Adalah kenangan
Sepi
Sunyi
Senyap
Mimpi kami lindap
Seiring musim yang menggelap.

Arnstadt 02.00
19.11.16

Selasa, 07 Juni 2016

Dua Garis Merah Jambu di Februari Yang Beku



Dingin kota ini masih belum terlalu akrab dengan suhu badanku yang masih meng-Indonesia, aku baru datang tanggal 18 Februari kemarin, tepatnya tiga hari yang lalu, kota ini kota dimana cintaku menetap dan juga kota dimana aku mengenalnya , tahun 2013 lalu aku datang kesini sebagai tamu dari seorang wanita yang kukenal dari maya,yang akhirnya aku panggil Uni,sehingga kedatangan itu membuatku mengenal seorang lelaki pemilik mata hijau abu-abu dan berhidung merah jambu yang kini telah menjadi  junjungan hidup buatku.

Flashback....

Namanya Alif, kami  menikah dengannya 2015 lalu, dan pernikahan itu masih belum ada resepsi dan masih belum sesuai rencana,kita akan resepsi jika semua urusan selesai, surat-menyurat dan juga visa dan ternyata menikah lintas negara itu tidaklah mudah, perjuangan itu masih teramat panjang, baru memulai tepatnya,sehingga rencana demi rencana tersusun dengan indah dan waktu mengalir sempurna membawa kita pada arah yang sebenarnya.

&&&

Juni 2015 aku telah kembali kekota ini, berangkat menyusul kesayangan,sekalian ingin liburan musim panas di negara empat musim ini,dan pernikahan yang menginjak bulan kesekian, dan tanya demi tanya singgah bagai petasan dari segala penjuru mata angin, pertanyaan standar yang akhirnya terasa menyakitkan.

“ Kamu dah isi belum?”

“ Kamu kan dah beberapa bulan nikah kok masih belum hamil?”

“ Nunggu apalagi, kamu dah tua, dah berumur, kenapa masih belum hamil?”

Mulai dari pertanyaan standart, baik, menggoda atau bahkan memojokkan, ah ternyata begini hidup di awal pernikahan itu, jika tak tebal telinga mungkin saja ingin bikin sup manusia. Ahh sadisnya.

&&&

Setiap perempuan pasti ingin menikmati kodratnya sebagai seorang perempuan, di panggil ibu, merasakan detak jantung dalam debar, melihat detak jantung yang demikian degup. Sehingga keinginan itu tersampaikan kepada sang cinta,namun jawabannya masih mengecewakan.

“ Aku belum ingin kita punya baby sampai semua urusan kita kelar, aku gak mau kamu repot, karena sebelum visa nasionalmu keluar semuanya akan rumit nantinya.” Akhirnya aku mengalah dan bersabar untuk menunggu dalam menyerahkan semuanya sama pemilik kehidupan.

Sehingga waktu berlari cepat, 2015 berakhir dengan sempurna, visa telah di tangan, tiket telah di booking, dan resepsi impianpun telah di gelar sehingga sebuah kepergian telah di rancang.

&&&

Bulir- bulir salju dan dingin Februari  2016 menungguku, Frankfurt yang sibuk dan dingin yang menusuk, aku ingin pulang, kerumah yang hangat, rumah dimana cintaku berdiam, sehingga ICE 2465 itu membawaku 3 jam perjalanan menuju rumah, ah aku pulang, aku kembali, aku balik untuk hidup di negeri ini, benua ini, ahh cinta telah membawaku sejauh ini.

&&&

Ada tawa yang hangat, ada senyum yang melamat, ada rindu yang tak pernah tamat, dia menjemputku di Haupbahnhof, sebuah pelukan hangat meredakan dinginku yang gigil, cintalah yang membawaku pulang, pulang pada rumah kedua setelah rumah dimana kehangatan lain yang kutinggalkan, ada yang menghangat kurasa, ternyata telah begitu jauh kampung ku tinggalkan. Entah kapan akan kembali pulang.

Ahh  rumah ini masih sama, belum ada yang berubah, hanya basah embun musim dingin yang tak sama, hangatnya kini adalah pelukan, harapan yang membubung langit, mengangkasa seiring doa-doa, ah Tuhan, betapa harapku lebih besar dari badan.

&&&

Ini adalah pagi yang penuh oleh harapan setelah aku kembali, yah 3 hari yang lalu aku datang, dengan mimpi yang entah mungkin atau tidak, setelah sebulan yang lalu doa-doa menjura, langit telah berlukiskan angan, menjadi seorang perempuan yang benar-benar perempuan, sehingga pagi ini aku memberanikan sesuatu sambil berkomat-kamit menebalkan iman, menerima apapun yang akan di temui.

Kira-kira jam 10 pagi aku berangkat pergi belanja dan setelah membaca beberapa research di internet bahwa 4 hari sebelum masa periode itu telah bisa menunjukan sebuah keajaiban, sebuah keajaiban yang sungguh aku inginkan, aku membeli sebuah testpack dengan harga termurah,(belajar dari pengalaman sebelumnya kalau tak berhasil bisa di buang tanpa merasa rugi), sehingga pulang dengan harapan yang menjulang dan segelas air telah menunggu di kamar mandi. Dengan nafas yang kembang kempis, dengan dada yang berdegup kencang, aku mulai dengan segala doa yang memungkinkapan dan memejamkan mata beberapa saat lalu meninggalkan sampai mengering. Dan dalam 15 menit aku kembali, masih tidak berani melihat, masih memejamkan mata sambil membaca ribuan mantra.

Dan, Tuhaaaaaaaaaaaan garisnya dua merah jambu, aku terlonjak, aku berjingkrak, aku menangis, entahlah mungkin beginilah semua wanita yang menunggu, ahh Tuhan manis sekali kejutan-Mu, namun ketakutan masih dalam diriku, sehingga tak percaya pada yang terlihat, tak yakin pada yang tampak dan biar kian pasti, aku kembali ke supermarket itu, setengah berlari dengan degup jantung yang memburu, dan mengambil dua lagi alat ajaib itu, dua warna, dengan harga yang luar biasa.

Dengan gelas baru, air baru, dua gelas, berbeda, aku kembali mencoba dua-duanya, dan hasilnya masih sama, dua garis merah, yah garis merahh dan tulisan itu nyata, nyata,sehingga tangis bahagia itu berubah menjadi ketakutan, mental yang di ganyang. Aku hamil? Siapkah aku? Aku akan jadi ibu? Siapkah aku?, namun terlebih dari itu aku tertawa, aku bahagia, maaaakk aku akan jadi ibu, engkau akan punya cucu. Ahh ini februari yang sungguh merah jambu. 


Desty Dasril

Arnstadt, 20 Februari 2016

Minggu, 06 Maret 2016

Ketika Rindu Kemana Aku Akan Mengadu

Ada degup melebihi segala detak
Kala sebuah pesan mendarat manis bersama senja
"Ni..! Abak damam". Katanya dari seberang
Runtuh seketika pertahananan
Rindu kian dingin menghujam
Melebihi 1 derajat kota ini

Bak, ini rindu segala rindu
Pada senyum hangatmu di bilik hatiku
Adakah baik-baik saja?
Adakah semua masih sama?
Ragamu yang kian lelah dan lemahkah?

Bak, ini rindu yang kian rindu
Ah baru menjelang tiga hitungan minggu
Aku meninggalkan pintu rumah dengan sedu.
Ada hangat membanjir pipi
Melebihi hujan kala cuaca minus membelah kota

Bak, hanya doa yang mampu kutitip
Pada langit yang sama di benua yang entah
Langkah ini tatih, kepulangan masih entah kapan.
Detak ini sesak; entah kapan dekap membawa sedak.

Bak,hanya harap melantun langit.
Menjelma bintang separuh gerhana
Meski gelap mungkin seluruh
Namun cahaya ini gemilang,bergemuruh

Bak, rasanya pahit sungguh-sungguh
Kala kudengar kabar membuat luruh
Sehatlah selalu, karena bumi yang kita pijak sungguh jauh.

Bak, rasanya lemah segalaku
Ketika rindu menjadi api membiru
Meski baru hitungan minggu
Dan tahun akan tua,Bak.
Pada temu yang masih tunggu.
Entah kapan...

Dan sehatlah selalu,
Karena segera Engkau akan punya cucu.
Bak, Kuatlah...karena tanpamu Amakku akan jatuh
Ahhh...Bak, meski tak pernah terkata
Segalanya di sini tersmapta
Bahwa cinta dan nafas atasmu akan tetap menjadi doa.

Bak, sehatlah..
Karena kaki Amakku ada padamu dan segala yang berumah.
Dan sehatlah selalu, untuk nyawa yang baru hidup di darahku ini.

Arnstadt 21.02
06032016

Saat rindu benar-benar biru, aku beku dalam dingin 2 derajat yang membunuh.

Jumat, 04 Maret 2016

Orang Jerman ituuuu....

Kayanya menarik juga yahh nulis tentang ini berhubung dah tinggal di sini 3 kali hahah(bukan 3 tahun) tapi 3 kali dalam tiga tahun, oalaaaaah opo istimewa e toooh.

Nah dalam jangka kunjungan demi kunjunga mulai tau dikit demi sedikit adat dan kebiasaan orang-orang sini, kalau di bilang ramah sih tergantung yahhh hahha sama aja enggak dink, naaahhhh.

1. Orang Jerman itu rata2 individual
(rata2 loh yah gak semua) dan mereka gak akan anggap kita teman kalau belum benar2 kenal( beda banget sama orang kita ketemu di bus aja bisa jadi friends forever hahaha).

2. Cendrung kaku.
Ini juga gak semuanya, tapi rata2 begitu kaku dan kaya susaaaah sekali di dekati, tapi kalau dah dekat Ya allahhh baik bingiiiitt.

3. Sangat menghargai waktu dan ON TIME
Nahh..ini nih yang bagus semua serba ontime, kalau ada yang undang makan malam yah mesti siap2 dari awal yaa boooo dan datang tepat waktu, tapi jangan kecepatan juga karena malu dink ama yang punya rumah kalau pinginnn banget makan gratiss. Hhahaha.
Jadi ini jugalah alasan kenapa bis2, kereta dan tram mereka selalu tepat waktu ( ughhhhhhhhhhh andaaai Indonesia begini, alangkaaaaaaaah bahagianyaaa).

4. Sibuk. sibuk. sibukk
Karena mereka sangat menghargai waktu maka akan sangat akrab di liat di jalan2, di kereta, di bis atau dimanalah wajah kaku, dahi berlipat,dan tanpa senyuman, meski sering kali daku say Hello ama mereka cumaaaaa jangankan senyum nyengir aja kaga kalau kaga kenal hiksssssssss( entah karena belom gosok gigi atau apa haahah ).

5. Olahraga Addict
Huahahaha dahsyat nih, maksud e tuh yaaaa....mereka sesibuk apapun masih sempetin diri buat jalan2 sore, trekking di hari minggu, Hiking bareng, atau sekedar sepedaan mengitari kota( nahhh ini eke suka nih :D) tapi pas iseng tanya ama si abang kenapa Jerman suka banget jalan kaki, keluar di musim dingin, treking, hiking dan jawabannya cukup mencengangkan hahaha lebayyy. Dia bilang " If we have the weather like in ur country maybe we will also never going out, but here we are going out to burn the calorie, to make the body more warm". Oh ngono tohhh bang,,ahahha eke hanya manggut2 dan bersyukur juga Indonesia...ahhh ich vermisst schon :D

6. Kaga sanggup di cabeiin hahaha
Ahhh ini gak enak nihhh hahaha, secara eke penggila cabe, wuidelaahhh bahasanya. Orang Padang itu gak bisa hidup tanpa cabe dalam sehari naaaaaaah orang sini di Supermarketnya suseeeeeh banget cari cabe apalagi cabe dari Punggasan yang ajibbb enaknyaa wkkw.

Pernah beberapa kali buat gulai dan sesuatu dengan cabe dan undang beberapa orang rata2 bilang enaaak tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii sungguhhhh matiiii tak sangguuupppp lanjuttt, jadilah ganti menu mendadak :D

7. Suka pamer juga uihhh
Ehhh kayanya orang kita juga yah n malah lebih parah hahahah. Kalau di sini mereka cenderung pamer hal2 yang positif
 Misalnya : eke kirim mamer kartu pos dan beliau akan pamer kesemua anak dan koleganya di Volkssolidaritaät :D, atau kalau lagi beli sesuatu yang baru di rumah pasti ngomong dan di pamerin hoho(tapi rata2 pamernya buat yang teredekat pastinya) kaga kaya eke yang doyan pamerr makanan aneh di FB hahaha.


Lahhh apalagi yaaahhh....tuk sementara itu aja dulu ntar observasi lagi dehh :D :D :D

Kota Dingin Ini Seketika Beku

"Inilah rindu, baru saja kau pergi tuan, mendadak hujan jatuh dari diamku yang tunggu, kota sepi ini kian sepi dan dingin kian rapuh kini, ahh kapan kau kembali"

Tiba-tiba hatiku melow total saat memasuki Apartement berlantai 4 ini, segala kenangan membludak di sini, kepergiannya liburan hari minggu lalu masih mnyisakan tangis dan kerinduan, " aku akan kembali." katanya sambil tersenyum merekah warna. Tapi hatiku telah terlanjur menyimpan segala di dadaku. satu bulan bukan waktu yang sebentar dan sakitnya lagi jarum jam seketika lamban sejak dia pergi. Meski untuk kembali ;(

Huahhh,,,,jadi lebay gini yahh...habis gak ada ide lagi buat nulis..kayanya ideku nyungsepppp ama cuaca yang 3 derajatt huyyyhh.....


Nemu di draf di buang sayang....hahhahaha

Februari 2014

 

Visa Nasional Jerman

Berhubung ada yang nanyain tentang cara mengurus ini dan berdasarkan pengalaman pribadi dan juga dari berbagai sumber blog walking,tapi ini saya sadur dari blognya Mbak Kayka dan originalnya  disini.

Yang perlu di persiapkan adalah :

1. Mengisi dua set formulir dan surat pernyataan dari Kedutaan Jerman klik disini
 
Quelle: picturepeople
Quelle: picturepeople

2.  Menyiapkan dua lembar pas foto biometris terbaru ukuran 3,5 x 4,5 cm. ketentuan fotonya gimana bisa dilihat disini.

3. Menyiapkan Verpflichtungserklärung atau surat sponsor dari calon suami yang dikeluarkan oleh Ausländerbehörde (asli dan dua lembar kopinya). Untuk cara pengurusannya minta kepada calon suami tanya ke Ausländerbehörde tempat dia tinggal dan untuk mengajukan permohonan pembuatan surat sponsor di kantor imigrasi di jerman (Auslanderbehörde), sang calon suami harus melampirkan dokumensbb:

  • 1/ Bescheinigung über die Anmeldung der Eheschließung, tanggal menikah di Standesamt (berlaku enam bulan sejak dikeluarkan).
  • 2/ asli dan fotokopi surat kontrak rumah (kita tinggal di Wohnung)
  • 3/ fotokopi bukti pembayaran sewa terakhir.
  • 4/ surat keterangan dari tempat dia bekerja.
  • 5/ fotokopi slip gaji tiga bulan terakhir.
  • 6/ biaya sebesar € 25.–
Dan mengikut surat sponsor ini minta juga calon suami untuk lampirkan Asuransi perjalanan yang akan mengkover selama keberadaan kita di Jerman dengan visa tersebut, saya kemari si abang ambilkan Allianz yang servisnya oke bingitzzz(kebetulan waktu pakai visa turis sakit gigi dan di cover ama Allianznya)

4.  Bescheinigung über die Anmeldung der Eheschließung,ini merupakan  tanggal menikah yang di dapat pasangan dari  Standesamt (berlaku enam bulan sejak tanggal dikeluarkan) dan untuk mendapatka ini sang suami akan di minta oleh standesamt untuk memberikan kita Vollmact/surat kuasa bahwa kita menguasakan pernikahan kita di urus oleh calon suami( buat kasus saya kemarin si abang kirm Vollmact dari jerman dan harus saya isi dan di saksikan oleh Penerjemah tersumpah (yang saat itu salah pilih Ibu dwi yang tinggal di Bintaro) dan surat kuasa yang telah di tanda tangani di kirim kembali ke Jerman dan si bang bawa ke Standesamt.

5.  Dab tentunya kita butuh semua berkas yang telah kita dilegalisir di 3 kementrian(yang sudah juga di legalisir di Kedutaan Jerman dan pastinya telah di terjemahin juga) sesuai lembar persyaratan pernikahan (asli dan dua lembar kopinya), dokumennya apa saja, bisa dilihat disini.

6. Bukti kemampuan sederhana bahasa jerman A1 dari Goethe-Institut Jakarta (asli dan dua lembar kopi yang dilegalisir oleh Goethe). Dan ini hukumya wajib karena kalau ga bisa bahasa Jerman visa gak bakalan di approve.

7. Paspor asli yang masih berlaku sekurang2nya enam bulan.

Setelah semua bahan di pikir lengkap, nah saatnya bikin termin di kedutaan jermannya disini, kemudian setelah tanggal di dapat dan print termin lalu datanglah ke Embassy sebisa mungkin lebih awal dari termin karena terutrama Jakarta itu tak bisa di tebak.

Sesampai di kedutaan kasih liat termin ke satpamnya dan akan di suruh masuk kalau nama kita terdaftar, dan tentunya semua alat elektronik akan di simpan di security dan mereka akan kasih kartu untuk mengambilnya kembali( jadiiii jangan ampe kepikiran buat selfie sambil nunggu interview yaah  hihihhi). Setelah nunggu beberapa menit nama akan di panggil berdasarkan loket, baru deh di kasih semua dokumen semua serba dua rangkap kopiannya dan (kalau buat yang asli pengalaman saya kemarin mereka gak minta tapi hanya minta kopiannya saja) tapi wajib sih hukumnya bawa yang asli buat mereka liat sebelum ambil kopiannya)

Setelah berkas masuk mereka akan mengecek kelengkapannya dan sekiranya dah lengkap kita akan di panggil untuk interview daaaaaannnn selamat berjuang. 

Good luck.....

Kursus Bahasa Jermannya okeeeeehh

Hmm jadilah hari bangun pagi2 berhubung kursusnya di mulai jam 9.00 dan artinya sebelum jam 9 harus sudah di sana, sarapan dulu ama 3 potong roti panggang dan Remoulade kesukaan(meski sering di komplain yayang kalau ini banyak kalori hiihhi tapi mah hajar bleh). Setelah sarapan liat di luar 1° dan itu artinya mesti pakai jeans dan extra lapisan baju kalau gak mau menggigil di jalanan, dan skip di perjalanan hahah.

Ampe kelas sudah ada 2 orang dari Afganistan dan Frau Edit yang jadi Lehrerinnya baik bingit, memperkenalkan daku ke satu persatu teman di kelas yang mulai berdatangan, tak seberapa, ada dari Syiria, Afganistan,Marroko, Tijkiztan, Afrika dan Kamboja dan ada satu Indonesia juga yang nyempil selain aku, wuihhh bakal cas cis cus indonesia mulu nihh( ehh ternyata beneraan hahah after course malah hangout bareng olaaalaahh).

 
Tapi hari ini meyenangkan, viel spaß dan scönen ein Tag für mich, okehhhh ga sabar nunggu jumat depan. Hooohoohhoohoh.

Ah yaaaa di sela2 kursus kita juga di suguhkan pilihan kopi atau teh, hmmmmm lumayaaaan kan, dah kursusnya gratis, di kasih minum gratis pula. 
Secara di sini yang gratis2 kan jarangg booo..hahha 

penampakan cangkir tehnya aqiuu haha
 

Kamis, 03 Maret 2016

Besok Deutschkursenya di Mulai(Huraaaaaaa)

Hmmm ada rasa penasaran juga sih mau belajar dengan Lehrerin dari Frauen&Familienzentrum Arnstadt, dimana ide ini tercetus kala ngundang temannya mamer makan malam minggu kemarin, beliu bilang kalau tiap Jumat ada kursus gratis buat refugee dan dia menawarkan saya untuk ikut, yaahh awalmnya feeling aneh sih, saya kan bukan salah satu dari refuge, takut gak berhak ama kurusus gratisnya, tapi pas nanya si abang katanya gpp toh saya juga imigran hihi.

Nah jadilah ngomong ama mamer kalau sya tertarik ama itu kurusus, lumaya buat nambah pengetahuan menjelang Integration kurs yang akan di mulai tahun ini kalau  dah ada Heiratserkundenya dan dah beres semua urusan dengan Ausländerbehörde nanti
.
Sehingga selesai sarapan, telp rumah berdering dan ternyata mamer ngajakin buat daftar kursusnya, dan jam 2pm ampe tempat dan ketemu gurunya langsung, dan dia welcome banget terutama karena saya dah bisa dikit2 bahasa Jerman. hihihi lumayaaaaannn. Kesempatan tak datang dua kali tohhhh...

bis morgen :D :D :D

Rabu, 24 Februari 2016

Kembali Kepada Dingin


foto tahun jebot winter 2013:)
Hmmmm dah lama sekali gak update lagi ini blog, dah lama mati suri gegara diri yang sibuk berkelana, mulai dari persiapan segala macam sampai kembali lagi ke tanah empat musim, kepada dingin. Baru lima hari uih di sini, tapi rasanya dah kek menahun yah, ya eyaa lah secara ini udah ketiga kalinya balik kerumah ini, dan kali ini benar-benar pulang pada abang sayang. Ö)

Sekarang rata2 5 ampe -1 cuy luar biasahhh dari datang summer kemarin yang ampe 40°, oalaaahhhh berbanding terbalik ama dunia yang di tinggalkan itu, yang bernama Indonesia tercinta, hiksss hikss jadi melow kangen omahhhh.

Tapi ra popolah kembali dingin kehati yang hangat, hati pemilik hati. Alhamdulillah :).

20.51
24 Februari 2016 


Minggu, 03 Mei 2015

Sebuah Rindu Untuk Hatiku

Seperti biasa pagi ini kita berbicara,tentang masa, tentang waktu yang berjalan tak terduga, tentang senja, tentang luka-luka lalu yang setengah nganga. Sebuah senyuman simpul, sebuah dekap, sebuah kejap, sebuah ilusi tentang degup yang derap. Kita adalah matahari bagi kita sendiri, dimana api nyala dimatamu, menghangatkan aku, membakar kadang kala.

Aku suka, pada warna lembut pelangi di senyummu, mata hijau tua, muka yang kadang merah muda, malu-malu. Jiwa ini mabuk, jatuh cinta, atau entah apalah namanya, ejaaan tentang segala kamu tak akan pernah tamat. Ini terlalu dalam, rindu mendendam, sepi mengelam, bayangmu kini dekam, dalam dada menjadi sekam.

Bahkan aroma punggung tanganmu masih tertinggal,kala kuciumi senja tadi, saat hiruk pikuk itu membawamu pulang pada kota yang sepi, kota yang kurindukan. Tempat dimana aku dan kamu merenda sua, dua tahun lalu, dalam perjamuan yang manis, aku suka warna sweatermu kala itu, merah serupa wajahmu yang menyipu hatiku.

Bahkan sudut bibirmu masih bersamaku, searoma madu, kelopak musim semi merekahkan hatiku, meski tunggu ini sepi, kala purnama bulan depan menyapa, aku ada, kamu dalam kita. Kota kecil itu akan kembali menceritakan kisah.

Tangerang, 040415
Catatan hati bagi pemilik hati.

Rindu Yang Memberi Ruh

Dan hari ini datang sayang
Hari dimana kita akan saling bertatapan
Dalam rindu yang menumbuh
Untuk satu purnama aku pulang ke pangkuan ibuku 
:dan setelahnya kembali denganmu

Mereja jarak,mengeja pijak
Dalam hidup yang bermula berdua
Menjadi sayapmu dan juga segala.


Hari ini datang sayang
Hari dimana kita saling peluk
Dalam tawa yang terkulum. 

Juni nanti merah jambu pipimu
Akan kembali merona

dan aku pada cahaya matamu 
Tetap akan terbakar dalam rindu.

Aku mencintaimu lelaki yang telah menjadi hidupku.
Aku mencintaimu dalam tiap detak jiwa ini memberi ruh.

Jakarta, 02Mei2015
saat kau kembali ke kota kecilmu

Kamis, 13 Maret 2014

Riak Danau dan Kota Yang Rindu

Pada malam yang hampir menyetiga
Aku, sepi yang hujan di pelupuk mata
Rindu bermain-main di kepala
Riak danau dan bau tanah

Kota tua, pun putih yang kilau
Dingin menjadi api dalam sepi
Ah, kau pilu yang menghilang
Pada endapan salju-salju tepian danau
: dulu

Dan pada hijau tua di matamu itu
Aku menikmati riak yang mengalun
Angsa-angsa putih berkejaran
Ah.. cinta adalah kedamaian yang tak berwujud
Dan aku suka,riak danau di kota itu
: kota yang rindu

Padang, Di Batas Kenangan, 13 Maret 2013, 22.16


Sabtu, 15 Februari 2014

Pada Sekilas Rindu Di Matamu

Pagi yang datang, senja yang hilang, kamu yang pulang adalah matahari yang sempurna di dingin kota ini, sehingga pekat kalap, dan diam memucat, entah apa lagi yang akan datang, kala senja padam, matahari tenggelam, kau bawakan padaku sekejapan angan.

Serupa pekat sayang, rindu ini kian kilat, aku taku terbakar, sebelum waktunya menyalakan pepucuk api, mungkin esok di tahun yang tak lagi sama aku mampu kembali, pada matamu yang menyiratkan seribu mimpi, yah pada sekilas rindu di matamu yang tak mampu di sebut biru.

Kamis, 06 Februari 2014

Pada Masa Kecil Yang Rindu

Sebelum tidur, pada kaba yang selalu mengiring gesekan biola Abak, kepiawaian merenda kalimat menjadi ceritacerita bernada. Pada senyum yang melingkar di bibir Amak. Ahh masa kecil yang sayang, meski bermain dengan kata malang.

Bahagia yang sederhana, Mak tawa yang sempurna, Bak. Aku rindu, pada masa yang tak akan lagi kembali. Masa kanak yang jauh dari sunyi, kala besepeda di pundak Abak. Kala berbaring di pangkuan Amak.


Ahhh...betapa masa cepat berlari, semakin menua segalanya kini. Bahkan bungsumu telah dua puluh tahun lebih,Mak. Apalagi aku si tengah yang mada katamu. Dan sulungmu yang telah memberimu cucu.


Uihh...aku rindu mak....pada masamasa berlarian pergi mengaji, melewati belukar selebat mimpi, bahkan tak jarang tersaruk pada semen panjang yang patah itu, hanya demi menghindari senja yang jatuh. Menyeberang pangian setiap pagi. Dengan sobekan sepatu, rumah bambu, dan lumpur lumpur yang mengering di merah putihku. Tak jarang, aku dan sulungmu itu jadi tawa sebaya, jadi olokan yang kaya, karena sekolah tak punya gaya.

Aihhh, betapa tak lupa aku Mak, susahnya menanam padi, peliknya menebar benih, pahitnya menuai hari, jadi gembala setiap hari, bahkan tak jarang di marahi. Lantaran aku salah membawa pulang ternak, karena lupa.


Ahh,Mak, betapa ngiang di telingaku, gunjingan ibuibu tentangmu yang tak pernah berganti baju, yang tak pernah tau merek sepatu terbaru, apalagi lokak dari beludru.



Tapi sabar di matamu emas, Mak, tabah di hatimu berlian, hingga kilaunya diam sampai kini, dan cahayanya tak pernah mati. Dan kami, tiga cintamu akan selalu berterima kasih.

‪#‎taragakjomsokanakkanak‬

Jumat, 03 Januari 2014

Pablo Neruda : Sonnet XVII: Love

I don't love you as if you were the salt-rose, topaz
or arrow of carnations that propagate fire:
I love you as certain dark things are loved,
secretly, between the shadow and the soul.

I love you as the plant that doesn't bloom and carries
hidden within itself the light of those flowers,
and thanks to your love, darkly in my body 

lives the dense fragrance that rises from the earth.

I love you without knowing how, or when, or from where,
I love you simply, without problems or pride:

I love you in this way because I don't know any other way of loving
but this, in which there is no I or you,

so intimate that your hand upon my chest is my hand,
so intimate that when I fall asleep it is your eyes that close.

Saya jatuh cinta mendadak saat baca puisi satu ini, mungkin karena pas banget yah, hati saya yang rapuh ini cieeehh...lagi melabuh pada seorang lelaki bermata greek green dengan senyum yang menawan haduh...!! kok malah melantur gini toh yaahh...padahal kan mau bahas Pablo Neruda

Yukkk intipp...

Pablo Neruda (lahir di Parral, sebuah kota sekitar 300 km di selatan Santiago, Chili, 12 Juli 1904 – meninggal 23 September 1973 pada umur 69 tahun) adalah nama samaran penulis Chili, Ricardo Eliecer Neftalí Reyes Basoalto.

Neruda yang dianggap sebagai salah satu penyair berbahasa Spanyol terbesar pada abad ke-20, adalah seorang penulis yang produktif. Tulisan-tulisannya merentang dari puisi-puisi cinta yang erotik, puisi-puisi yang surealis, epos sejarah, dan puisi-puisi politik, hingga puisi-puisi tentang hal-hal yang biasa, seperti alam dan laut. Novelis Kolombia, Gabriel García Márquez menyebutnya "penyair terbesar abad ke-20 dalam bahasa apapun". Pada 1971, Neruda dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Sastra.

Pada masa hidupnya, Neruda terkenal karena keyakinan-keyakinan politiknya. Sebagai seorang komunis yang vokal, ia pernah sebentar menjadi senator untuk Partai Komunis Chili di Kongres Chili sebelum terpaksa mengasingkan diri.Nama samaran Neruda diambil dari nama penulis dan penyair Ceko, Jan Neruda; belakangan nama ini menjadi nama resminya.

nah...segitu doank dulu yahh..soalnya otak lagi gak konsen mau bahas masalah ini, karena terlalu banyak hal yang ada di kepala ini gara2 dengar lagu ressa herlambang yang meloww bangett... 

Kamis, 02 Januari 2014

Laki Laki Juga Bisa Nangis Kok..

Ada hal menarik di sini, di berbagai hal aku menukan fakta yamng bertolak belakang dengan teori yang berkembang. Dimana seorang lelaki yang menangis, lelaki yang mengeluarkan air mata itu gak gentle, gak laki, gak macho, gak strong. Halowww ini zaman apa? kenapa yah banyak pikiran yang muncul kaya gitu. Padahal nih ya, Tuhan kan kasih air mata tuh buat semua orang biar bisa terapi hatiii, nangis itu terapi hati lohh biar biar bisa plang pleng plung plong....benar kann kalo habis nangis itu bikin legaaa?? yang cowok2 hayoo jawabb.

Hmmm topik ini menjadi menarik bagi saya karena hari ini saya mendapat pertanyaan yang agak menggelitik dari si mas bule.

" If i crying like yesterday..what do u thinking about, do u think iam week and strong to be a man, cause sometime i need a time to be crying". Oh God...pertanyaanya bikin otak saya muter2 di tempat, gimana bisa pikiran yang sama muncul di kepala banyak orang, dan uniknya lagi ,muncul di kepala orang yang notabenenya hidup di lingkungan barat, yang katanya arogant, yang kata orang sombong, angkuh, tapiiiii ada juga yang melowww lohh. yahh kaya mas bule saya ini. Dannn gak semuaaa bule itu rasiss, ada juga yang lemah lembut, pedulian, penyayang. Nah si mas bule saya ini dia menangis sesenggukan gara2 nonton film yang bercerita tentang lelaki yang hidup sendiri, miskin dan selalu menderita. Ohh God, betapa rapuh hati lelaki ini, betapa melihat air matanya itu membuat saya berpikir untuk semakin mencintainya, untuk semakin menjaga hatinya.

Dan dengan pertanyaan itu, saya tak menjawab apa2, hanya memberinya senyuman yang saya usahakan datang dari hati saya yang paling dalaaaaam banget, biar dia paham bahwa nangis itu gak akan buat harga dirinya di lucuti dan bendera deutsland berhenti berkibar di dadanya.

Nahh saudara..saudarraaa..terutama nih yang kau adam, nangis itu gak akan buat kalian jadi berubah wujud jadi perempuan kok dan juga akan memaksamu pakai lipstik, tapi nangis itu terapi hati, terapi jiwa, nangis ajeee selama lu bisa nangis...sayang lohh Allah dah kasih anugrah air mata tapi kaga di pakeee... hehhehe

Sipp dehh...sampai jumpa lagi yee...

Rabu, 01 Januari 2014

All About German

GERMAN
Jerman sangat mengutamakan peraturan dan disiplin, dan mereka melakukan dengan sangat serius. Di mata beberapa orang, dalam banyak kasus, orang Jerman kaku, tidak fleksibel, dan bahkan sedikit tidak manusiawi.
Jerman mengutamakan peraturan tentang kebersihan dan kerapian. Di Jerman, baik taman, jalan-jalan, atau teater atau tempat-tempat umum lainnya, dan di mana-mana terlihat rapi. Jerman juga menekankan peraturan untuk memakai pakaian pada tempatnya. Saat bekerja memakai pakaian kerja, saat di rumah meskipun Anda bisa berpakaian santai, tapi selama ketika ada tamu datang, atau pergi keluar, anda harus berpakaian rapi. Di teater, para wanita mengenakan rok panjang, atau setidaknya mengenakan pakaian gelap.
* Menghargai waktu *
Jerman sangat menghargai waktu, jika ada janji, tidak akan berubah waktu dengan mudah. Orang Jerman jika diundang ke rumah orang lain atau pergi keluar untuk mengunjungi teman, akan tiba dengan tepat waktu , tidak membuang-buang waktu dengan datang lebih awal ataupun terlambat.
Di Jerman jika tidak ada acara khusus, mereka harus menghargai tetangga sekitar dengan tidak diperbolehkan menbuat kebisingandari pukul 20:00-8:00 hari berikutnya. Jika ada acara khusus, harus minta izin di awal ke tetangga-tetangga. Jika tidak, akan menuai protes dari tetangga dan bahkan akan dikasuskan polisi.
* Tulus dan fokus pada etiket *
Berurusan dengan orang Jerman tidaklah memiliki banyak kesulitan. Dalam kebanyakan kasus, yang bisa mereka lakukan, mereka akan segera memberitahu Anda “bisa melakukannya.” Di mana mereka tidak dapat dilakukan, mereka jelas akan memberitahu Anda “Tidak”, atau memberi jawaban yang jelas. Tentu saja, tingkat hubungan pribadi tidak akan pengaruh pada hubungan pekerjaan.
Mirip dengan kebanyakan negara Barat, Jerman lebih memperhatikan etiket. Mereka bertemu, selalu menyapa “Hello.” .Bertemu dengan teman mereka akan berjabat tangan dulu. Jika teman lama mereka akan saling memeluk. Pada acara formal mereka juga akan mencium tangan wanita sebagai rasa hormat.
Memberi hadiah adalah sangat dihargai di Jerman. Ketika diundang ke rumah orang lain, biasanya datang dengan hadiah. Kebanyakan orang dengan karangan bunga, beberapa tamu laki-laki dengan botol anggur, ada juga yang membawakan buku atau album. Dalam menyambut para tamu (seperti stasiun, bandara dan tempat-tempat lain) untuk mengunjungi pasien, banyak juga mengirimkan bunga. Biasanya mereka langsung membuka hadiah di depan pemberi dan mengucapkan terimakasih.
Di Jerman dan negara-negara Barat lain, perempuan adalah prioritas. Seperti saat antrian mereka akan mendahulukan perempuan. Dalam berbicara dengan rekan kerja, orang Jerman sangat berhati-hati untuk menghormati satu sama lain. Jangan tanya urusan pribadi orang lain (seperti usia wanita).
 
Etos Kerja Orang Jerman
Max Weber: The Spirit of Capitalism
Bertindak rasional
Berdisiplin tinggi
Bekerja keras
Berorientasi sukses material
Tidak mengumbar kesenangan
Hemat dan bersahaja
Menabung dan berinvestasi

Duabelas tahun periode Adolf Hitler merupakan aib bagi bangsa Jerman yang sebelumnya dikenal sebagai negara yang telah melahirkan filsuf-filsuf besar, penulis, komposer, dan ilmuwan setara Albert Einstein. Sisi gelap itu terus membayangi bangsa ini, hingga kini.

”Mungkin akan sulit bagi orang asing untuk mengerti betapa beban masa lalu itu telah memengaruhi bangsa Jerman di segala hal,” kata Klaus Liedtke, Pemimpin Redaksi National Geographic Jerman, yang dilahirkan pada tahun 1944. ”Selama 20 tahun pertama setelah perang berakhir, kami selalu dihadapkan dan diingatkan pada rasa bersalah itu dan kami tidak bisa hidup normal,” katanya. ”Tahun-tahun kehidupan awal saya sangat berat. Saya selalu merasa malu dengan negara saya. Dan di sekolah semua keburukan ini diajarkan dan ditanamkan. Sulit bagi kami untuk merasa bangga terhadap negara ini. Karena yang orang luar lihat tentang Jerman hanyalah 12 tahun masa kepemimpinan Hitler, bahwa Jerman adalah negara yang menyerang Eropa dua kali dan melakukan kejahatan perang,” ujarnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Eurobarometer, Jerman memiliki peringkat terendah di antara 25 anggota Uni Eropa dalam hal kebanggaan nasional (national pride). Sedangkan survei yang dilakukan majalah Spiegel terhadap 1.000 responden bulan Maret 2005 menunjukkan bahwa nilai ”kesadaran nasional” (national consciousness) merupakan nilai yang paling rendah (26-31 persen) di antara nilai-nilai lainnya yang dianggap penting dalam kehidupan rakyat Jerman. Nilai yang tertinggi peringkatnya adalah kejujuran dan integritas (81-83 persen).

Adakah ini semua berkaitan dengan beban sejarah itu? ”Ya. Setelah perang dunia berakhir, kami berhasil dengan baik di bidang ekonomi, tapi kami tak terlalu berhasil dalam cara kami memperlakukan masa lalu,” kata Marianne Zepp, Ketua Departemen Sejarah dan Demokrasi dari Heinrich Boll Foundation. Zepp menganggap sisi gelap sejarah Jerman sebagai ”bagian dari identitas” bangsanya. Sisi ini akan muncul ke permukaan setiap kali warga Jerman dihadapkan pada pertanyaan menyangkut perang dan perdamaian, isu Israel dan Yahudi, ataupun isu rasisme dan radikalisme.

Generasi pasca-Perang Dunia II adalah yang paling merasakan beban ini karena setidaknya ada anggota keluarga mereka yang ”tersangkut” dengan aib itu. Prof Dr Wolfgang Wippermann, ahli sejarah modern dari Friedrich-Meinecke Institut, Freie Universitat Berlin, mengenang betapa ia dan rekan segenerasinya sulit untuk terbebas dari ikatan ”keterlibatan” itu.

”Saat itu saya masih mahasiswa. Pada sebuah pertemuan anti-fasisme di tahun 1970-an, saya mengajukan usul agar kita berbicara tentang generasi orangtua kita. Saya katakan bahwa ayah saya adalah kapten di militer Jerman (SS, Schutz-Staffel), lalu orang di sebelah saya mengatakan, oh ayah saya kolonel di situ, lalu ada juga yang mengatakan bahwa ayahnya adalah pejabat penting dalam kepemimpinan Nazi, sampai akhirnya seorang politisi ternama dari Partai Hijau angkat bicara dan mengatakan, ayah saya adalah Albert Speer (arsitek yang dikagumi Hitler dan sejak 1933 membangun gedung-gedung representatif di Berlin, Munchen, dan Nuernberg—Red),” kata Wippermann.

”Kesimpulannya, seluruh generasi kami adalah anti-fasis, namun mereka memiliki fascist relation. Ini mungkin sebuah kesalahan yang menjadi penyebab mengapa kita tidak terlalu sukses di tahun 1960-an untuk mengajari masyarakat bagaimana berhadapan dengan masa lalu,” katanya.

Proses panjang

Penerimaan terhadap aib di masa lalu menjadi sebuah proses panjang dan bertahap. Usai PD II negeri ini hancur berkeping-keping dan ada sekitar 10 juta penduduk yang kehilangan tempat tinggal. Belum lagi para pengungsi yang terusir dari kediamannya setelah wilayah Jerman dipangkas berdasarkan kesepakatan Postdam. Rakyat Jerman memang tak memiliki pilihan. Untuk bisa bertahan hidup, mereka harus bangkit dan berkonsentrasi penuh pada gagasan ”pembangunan kembali”. Membangun kembali ekonomi, kota-kota yang hancur, dan tentunya membangun kembali kehidupan mereka.

”Rakyat Jerman harus bekerja untuk bertahan hidup. Selama 30 tahun mentalitas ini berkembang bahwa Anda harus bekerja keras setiap hari, bahwa Anda harus menciptakan keajaiban ekonomi, dan seandainya Anda berhasil mungkin tetangga-tetangga Anda akan melupakan kejahatan yang telah Anda lakukan di PD II. Dengan kata lain, rakyat Jerman saat itu telah membantu memunculkan etos negeri ini yang dikaitkan dengan kerja keras dan mengejar pertumbuhan ekonomi,” kata Klaus Liedtke.

Pihak Sekutu mengerahkan segala cara agar militerisme Jerman tidak bisa bangkit lagi, antara lain melalui ”De-Nazifikasi”. Di satu sisi, Sekutu ingin ”menghukum” Jerman, tapi di sisi lain mereka juga berhati-hati dalam langkahnya agar rakyat tidak berpaling pada komunisme jika perekonomian memburuk.

Perang Dingin pada akhirnya mengubah pendekatan Sekutu. Hal itu tercermin dalam kebijakan ekonomi yang diterapkan melalui Marshall Plan atau Europe Recovery Programme. Pada intinya, AS menganggap bahwa sebuah Eropa yang sejahtera membutuhkan kontribusi ekonomi dari sebuah ”Jerman yang stabil dan sejahtera”.

Marshall Plan telah ”berjasa” dalam hal mendepolitisasi industri, di mana industri lebih terfokus pada peningkatan produktivitas. Karyawan yang rela digaji rendah, tingkat aksi pemogokan yang rendah, dan menurunnya karakter militansi dalam tubuh asosiasi buruh, ikut mempercepat pergerakan ekonomi di Jerman. Inilah yang disebut psikologi ”rebuilding”. (Mary Fulbrook, hal 182).

”Jangan lupa, bangsa Jerman tidak bangkit dengan sendirinya. Selain ada Marshall Plan, Jerman juga memperoleh keuntungan dari Perang Korea tahun 1950 dan Perang Vietnam,” kata Sven Hansen, editor Asia-Pasifik surat kabar Die Tageszeitung.

Kesuksesan ekonomi menjadi faktor signifikan dalam mengarahkan rakyat Jerman untuk komit terhadap nilai-nilai demokrasi. ”Demokrasi bukan hanya soal parlemen atau pembagian kekuasaan antara eksekutif dan legislatif. Demokrasi juga sangat terkait dengan masa lalu sebuah bangsa dan ketika kita menyadarinya bahwa kesalahan itu tidak boleh terjadi lagi,” kata Wippermann yang bangga bahwa para mahasiswanya yang berusia 30 sampai 40 tahun lebih muda dari dirinya dan sama sekali tak memiliki kontak dengan periode Hitler, tetap kritis dalam menilai sejarah Jerman.

Tujuan kita bukanlah bagaimana menguasai masa lalu, tapi bagaimana kita belajar dari sejarah, dan kemudian menjadikannya sebagai bagian integral dari identitas nasional kita,” lanjutnya.
Inilah hasil demokrasi yang sesungguhnya. Sebuah proses yang patut ditiru bangsa kita yang sangat mudah melupakan masa lalu.
 
copas dari  http://graciarori.blogspot.de/2010/10/adat-istiadat-etos-kerja-orang-jerman.html

Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter