Rabu, 08 Mei 2013

Lomba Menulis “Cinta dan Kesetiaan”




Tuliskan kisah cintamu, dan raih banyak peluang emas di sini!

Ketentuan lomba:


1. Cerita bertema “Cinta dan Kesetiaan”

2. Panjang cerita maksimal 3 halaman A4 diketik rapi front Arial 12 pt, 1,5 spasi;

3. Merupakan kisah nyata, tidak harus dari penulis. Boleh menceritakan kisah orang lain;

4. Cerita belum pernah dipublikasikan di media mana pun;

5. Nama-nama yang dipergunakan boleh fiktif/disamarkan;

6. Tidak bermuatan SARA, pornografi, dan penyimpangan orientasi seksual;

7. Naskah diterima paling lambat 31 Juli 2013 cap pos;
 
8. Pemenang akan diumumkan pada 30 September 2013;

9. Tersedia hadiah total 15 juta rupiah untuk 20 pemenang;

10. Semua karya pemenang menjadi milik panitia selamanya;

11. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat;

12. 25 pengirim pertama akan mendapatkan gift menarik;

13. Di luar pemenang, masih akan dipilih 100 cerita menarik dan akan diterbitkan;

14. Seluruh peserta lomba akan diundi untuk memenangkan Grand prize 1 buah netbook;

Cara Pengiriman:



 

Rabu, 24 April 2013

Cinta dan Sebuah Keikhlasan


Cinta, aiih siapa yang gak kenal cinta sih. Tau dunk, apa lagi kita nih yang masih punya banyak kesempatan untuk menikmatinya. Cinta dengan segala polemiknya, cinta dengan segala ritmenya, aihh kaya apa aja yah pake ritme. Tapi gak percaya? Mank ada ritmenya kan? Ada gelombang yang pasang surut, terkadang bluuurrrmm meledak deh dan menyusut kek baru habis banjir.

Cinta. Pembahasan yang pernah mati dari masa ke masa. Bahkan emak-emak kita dulu dan engkong buyut masih sempet cerita kok ke kita apa itu cinta. Alahhh ribet amat yah, toh kita semua tahu apa itu cinta. 

Aku takut salah arah


Aku ingin bicara kepadamu, yah kamu
Jangan hanya melihat saja, bicaralah
Aku akan mendengarkan tiap kalimat dari lengkungmu
Meski itu petir atau jua alunanalunan merdu

Tak apa, bicaralah
Karena aku tak bisa dalam kebisuan
Meski bisa membaca

Senin, 22 April 2013

Ternyata Mr Kuga Itu Guruku


Siang itu seperti biasa setiap jam dua belas siang aku nongkrong di jembatan yang tak jauh dari rumah. Bukan hanya sekedar nongkrong tapi nunggu angkutan umum yang lewat menuju sekolah. Aku melihat cowok naik motor gede dari arah tikungan dengan jaket biru dan topi hitam, saat dia melewatiku spontanitas hatiku berteriak.

“ Waaw cakepnya.” 

“ Siapa yang cakep.” Tanpa ku sadari Diana sudah ada di belakangu dengan mimik muka penasaran. Aku hanya tersenyum dan kemudia mengangkat bahu. Dan Dion, tukang ojek langganan pun menyelamatkanku dari tanyanya Diana.

 

Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter