Sabtu, 09 Februari 2013

The Part Of Love, order yuukkk

 http://youtu.be/6mKSzxj6OdU


Buku-buku hasil perjuangan jemariku...yuk di order

1. Antalogi Kumpulan Cerpen Cinta Sedarah
2. Antalogi Kumcer Iris Hitam
3. Kumpus Melukis Rindu di Kanvas Biru
4. Antalogi Krispi Asma Nadia Inspirasiku
5. Antalogi Kumpus Traktat Cinta dan Dosa Dalam Dendam
6. Antalogi Kumpus Tejasvara
7. Antalogi Parade Pena Berkisah
8. Antalogi Puisi Senandung Alam

Jumat, 08 Februari 2013

14Febuary, Untukmu.

Bismillahirahhmanirahhim...Numpang lewat all
Alhamdulillah yang aku tunggu datang juga..kumpulan puisi tunggalku yang pertama kalinya :)

Telah Terbit di Indie Publishing

Judul : Melukis Rindu di Kanvas Biru
Penulis : Desty Dasril
Penerbit Indie Publishing
Setting dan Layout : Indie Publishing
ISBN : 978-602-7770-46-1
Harga : 35.000 (Belum termasuk ongkir)

Kalo ada yang berminat silakan hubungi faceboo Merangkai Bintik Pelangi
Selamat menikmati ~

Rabu, 07 November 2012

Cinta di Ujung Jari

" Masih saja kau memburu luka, sedangkan kau tahu sejenak saja kau lengah dia akan berbalik menerkammu." Mata bulat dan bening itu memberinya sebuah peringatan. Peringatan yang tiap kali dia lihat saat kerinduan menjadi api paling bara di dadanya. Mungkin hujan yang di tunggu tak akan padamkan.

" Aku hanya ingin menatapnya hingga memutih nanah." Gadis manis dengan tatap setajam pecahan karang itu...
menjawab. Keteguhan itu tergambar antara sebuah keikhlasan dan juga pertahanan. Mungkin terkadang hatinya berperang serupa senja di mangsa malam.

" Lihat di kedalaman hati kau, Nesya. Lukamu sungguh sudah rengkah, tapi tak jua kau akui itu, wajahmu kian pias dan tiap senja kau selalu menatap gelembung awan. Apa yang kau harapkan. Buat apa lagi kau menatapnya. Menatap luka ."

" Aku menginginkan langit runtuh menimpaku, dan aku mati kemudian." Lalu gadis yang di sebut Nesya berpaling dan satu senyuman sinis tergambar dari lengkungnya yang semula mengalahkan model iklan pasta gigi.

"Kau terlalu bodoh Nesya. Kau bodoh mau berdiri di atas altar cinta buta. Kau lihat di sana ada lelaki yang menunggumu dengan setia tapi kenapa kau malah menunggu Haikal yang jelas-jelas akan berlalu dari hadapanmu, Nesya." Suara perempuan kedua itu meninggi. Sepertinya Ia tak rela gadis yang bernama Nesya itu luka. Terlalu lama.

" Ini bukan urusanmu, Anggun. Kau tak akan paham bagaimana rasanya aku pada Haikal, kau juga tak kan paham aku mencintainya bukan seperti kau dan mereka pikirkan." Lalu pupilnya mengecil sebuah sunggingan kecil membias di wajahnya. Anggun melangkah jauh dengan itu dia tahu sahabatnya luka telah begitu parah.

*to be continue

Jumat, 29 Juni 2012

Ukiran Ukiran Luka

Pagiku kembali mengabarkan sekelumit pesan
Dari luruhan bias embun yang menggantung di kelopak daun

Mungkin mentari pagi ini
Akan mengikis pesona rindu
Yang masih meninggalkan aromamu di sekarat gumpalan hati

Tak apa jika ada yang mulai memasungmu
Dalam pekat yang tak berujung
Karena tak kan lagi kubuka kata
Meminta langit menampilkan ukiranukiran luka

Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter