Jumat, 04 Maret 2016

Kota Dingin Ini Seketika Beku

"Inilah rindu, baru saja kau pergi tuan, mendadak hujan jatuh dari diamku yang tunggu, kota sepi ini kian sepi dan dingin kian rapuh kini, ahh kapan kau kembali"

Tiba-tiba hatiku melow total saat memasuki Apartement berlantai 4 ini, segala kenangan membludak di sini, kepergiannya liburan hari minggu lalu masih mnyisakan tangis dan kerinduan, " aku akan kembali." katanya sambil tersenyum merekah warna. Tapi hatiku telah terlanjur menyimpan segala di dadaku. satu bulan bukan waktu yang sebentar dan sakitnya lagi jarum jam seketika lamban sejak dia pergi. Meski untuk kembali ;(

Huahhh,,,,jadi lebay gini yahh...habis gak ada ide lagi buat nulis..kayanya ideku nyungsepppp ama cuaca yang 3 derajatt huyyyhh.....


Nemu di draf di buang sayang....hahhahaha

Februari 2014

 

Visa Nasional Jerman

Berhubung ada yang nanyain tentang cara mengurus ini dan berdasarkan pengalaman pribadi dan juga dari berbagai sumber blog walking,tapi ini saya sadur dari blognya Mbak Kayka dan originalnya  disini.

Yang perlu di persiapkan adalah :

1. Mengisi dua set formulir dan surat pernyataan dari Kedutaan Jerman klik disini
 
Quelle: picturepeople
Quelle: picturepeople

2.  Menyiapkan dua lembar pas foto biometris terbaru ukuran 3,5 x 4,5 cm. ketentuan fotonya gimana bisa dilihat disini.

3. Menyiapkan Verpflichtungserklärung atau surat sponsor dari calon suami yang dikeluarkan oleh Ausländerbehörde (asli dan dua lembar kopinya). Untuk cara pengurusannya minta kepada calon suami tanya ke Ausländerbehörde tempat dia tinggal dan untuk mengajukan permohonan pembuatan surat sponsor di kantor imigrasi di jerman (Auslanderbehörde), sang calon suami harus melampirkan dokumensbb:

  • 1/ Bescheinigung über die Anmeldung der Eheschließung, tanggal menikah di Standesamt (berlaku enam bulan sejak dikeluarkan).
  • 2/ asli dan fotokopi surat kontrak rumah (kita tinggal di Wohnung)
  • 3/ fotokopi bukti pembayaran sewa terakhir.
  • 4/ surat keterangan dari tempat dia bekerja.
  • 5/ fotokopi slip gaji tiga bulan terakhir.
  • 6/ biaya sebesar € 25.–
Dan mengikut surat sponsor ini minta juga calon suami untuk lampirkan Asuransi perjalanan yang akan mengkover selama keberadaan kita di Jerman dengan visa tersebut, saya kemari si abang ambilkan Allianz yang servisnya oke bingitzzz(kebetulan waktu pakai visa turis sakit gigi dan di cover ama Allianznya)

4.  Bescheinigung über die Anmeldung der Eheschließung,ini merupakan  tanggal menikah yang di dapat pasangan dari  Standesamt (berlaku enam bulan sejak tanggal dikeluarkan) dan untuk mendapatka ini sang suami akan di minta oleh standesamt untuk memberikan kita Vollmact/surat kuasa bahwa kita menguasakan pernikahan kita di urus oleh calon suami( buat kasus saya kemarin si abang kirm Vollmact dari jerman dan harus saya isi dan di saksikan oleh Penerjemah tersumpah (yang saat itu salah pilih Ibu dwi yang tinggal di Bintaro) dan surat kuasa yang telah di tanda tangani di kirim kembali ke Jerman dan si bang bawa ke Standesamt.

5.  Dab tentunya kita butuh semua berkas yang telah kita dilegalisir di 3 kementrian(yang sudah juga di legalisir di Kedutaan Jerman dan pastinya telah di terjemahin juga) sesuai lembar persyaratan pernikahan (asli dan dua lembar kopinya), dokumennya apa saja, bisa dilihat disini.

6. Bukti kemampuan sederhana bahasa jerman A1 dari Goethe-Institut Jakarta (asli dan dua lembar kopi yang dilegalisir oleh Goethe). Dan ini hukumya wajib karena kalau ga bisa bahasa Jerman visa gak bakalan di approve.

7. Paspor asli yang masih berlaku sekurang2nya enam bulan.

Setelah semua bahan di pikir lengkap, nah saatnya bikin termin di kedutaan jermannya disini, kemudian setelah tanggal di dapat dan print termin lalu datanglah ke Embassy sebisa mungkin lebih awal dari termin karena terutrama Jakarta itu tak bisa di tebak.

Sesampai di kedutaan kasih liat termin ke satpamnya dan akan di suruh masuk kalau nama kita terdaftar, dan tentunya semua alat elektronik akan di simpan di security dan mereka akan kasih kartu untuk mengambilnya kembali( jadiiii jangan ampe kepikiran buat selfie sambil nunggu interview yaah  hihihhi). Setelah nunggu beberapa menit nama akan di panggil berdasarkan loket, baru deh di kasih semua dokumen semua serba dua rangkap kopiannya dan (kalau buat yang asli pengalaman saya kemarin mereka gak minta tapi hanya minta kopiannya saja) tapi wajib sih hukumnya bawa yang asli buat mereka liat sebelum ambil kopiannya)

Setelah berkas masuk mereka akan mengecek kelengkapannya dan sekiranya dah lengkap kita akan di panggil untuk interview daaaaaannnn selamat berjuang. 

Good luck.....

Kursus Bahasa Jermannya okeeeeehh

Hmm jadilah hari bangun pagi2 berhubung kursusnya di mulai jam 9.00 dan artinya sebelum jam 9 harus sudah di sana, sarapan dulu ama 3 potong roti panggang dan Remoulade kesukaan(meski sering di komplain yayang kalau ini banyak kalori hiihhi tapi mah hajar bleh). Setelah sarapan liat di luar 1° dan itu artinya mesti pakai jeans dan extra lapisan baju kalau gak mau menggigil di jalanan, dan skip di perjalanan hahah.

Ampe kelas sudah ada 2 orang dari Afganistan dan Frau Edit yang jadi Lehrerinnya baik bingit, memperkenalkan daku ke satu persatu teman di kelas yang mulai berdatangan, tak seberapa, ada dari Syiria, Afganistan,Marroko, Tijkiztan, Afrika dan Kamboja dan ada satu Indonesia juga yang nyempil selain aku, wuihhh bakal cas cis cus indonesia mulu nihh( ehh ternyata beneraan hahah after course malah hangout bareng olaaalaahh).

 
Tapi hari ini meyenangkan, viel spaß dan scönen ein Tag für mich, okehhhh ga sabar nunggu jumat depan. Hooohoohhoohoh.

Ah yaaaa di sela2 kursus kita juga di suguhkan pilihan kopi atau teh, hmmmmm lumayaaaan kan, dah kursusnya gratis, di kasih minum gratis pula. 
Secara di sini yang gratis2 kan jarangg booo..hahha 

penampakan cangkir tehnya aqiuu haha
 

Kamis, 03 Maret 2016

Besok Deutschkursenya di Mulai(Huraaaaaaa)

Hmmm ada rasa penasaran juga sih mau belajar dengan Lehrerin dari Frauen&Familienzentrum Arnstadt, dimana ide ini tercetus kala ngundang temannya mamer makan malam minggu kemarin, beliu bilang kalau tiap Jumat ada kursus gratis buat refugee dan dia menawarkan saya untuk ikut, yaahh awalmnya feeling aneh sih, saya kan bukan salah satu dari refuge, takut gak berhak ama kurusus gratisnya, tapi pas nanya si abang katanya gpp toh saya juga imigran hihi.

Nah jadilah ngomong ama mamer kalau sya tertarik ama itu kurusus, lumaya buat nambah pengetahuan menjelang Integration kurs yang akan di mulai tahun ini kalau  dah ada Heiratserkundenya dan dah beres semua urusan dengan Ausländerbehörde nanti
.
Sehingga selesai sarapan, telp rumah berdering dan ternyata mamer ngajakin buat daftar kursusnya, dan jam 2pm ampe tempat dan ketemu gurunya langsung, dan dia welcome banget terutama karena saya dah bisa dikit2 bahasa Jerman. hihihi lumayaaaaannn. Kesempatan tak datang dua kali tohhhh...

bis morgen :D :D :D

Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter