Selasa, 23 Mei 2017

TANYA TANYA YANG (TAK) MESTI TERJAWAB

Pertanyaan itu sebenarnya mudah,tapi menjawabny susah. Butuh kesabaran dan lapang dada,menarik nafas berkali-kali,memejamkan mata lalu jawab pelan-pelan. Iya pelan-pelan.

Pertanyaan yang sama dari Orang-orang yang berbeda. Pertanyaan yang sama pada umumnya ke pelaku kawin campur.

1. Kenapa Nikah Sama Bule?

Pertanyaan ini sudah umum. Mungkin saja sudah lebih dari ribuan pelaku kawin campur di hadapkan dengan pertanyaan ini,jawabannya pasti macam-macam,beda-beda berdasakan pengalaman yang punya hidup.

Jodoh. Jodoh itu rahasia kan? Rahasia Allah,kita tak akan pernah tau letak dan kesempatan jodoh kita datang itu kapan. Meski kadang-kadang dah pacaran puluhan purnama eh gak taunya si purnama eh si pacar ini  nikahnya ama orang lain,jadilah kita si kunyuk yang jagain jodoh orang. Miris kaga sih? Lah iyaaa..kaga enak 😃😃😃.

Nah balik lagi kepertanyaan itu di atas,yah jawabnya cuma satu. Jodoh. Tak lain tak bukan karena Jodoh.

Jodoh yang di takdirkan Allah tuk bersama dari belahan bumi lain,benua lain,langit lain. Eh langitnya sama ding,cuma gak seatap istilahnya yah hihi😋.

2. Kok bisa kenal bule? Dapat dimana? Ketemu dimana?

Nah ini nih? Dapat dimana? Duhh kaya barang aja dapat dimana. Makanya gak salah banyak teman yang sinis juga jawabnya saat pertanyaan yang datang kaya gini.

Ada yang jawab nemu di tong sampah,comot di google dan bla blanya,niatnya sih sarkasm tapi uang ada berlanjut ketanya berikutnya. Apa boleh buat.

Nah kalau saya pribadi kenapa bisa kenal ama bule yah karena di kenalin. Dapat dimana? Dapat dari emaknya 🤣🤣🤣🤣.

Ketemu dimana? Kebetulan ketemu di kampung halamanya,kota kecil yang cantik yang tempat say tinggal sekarang.

Ceritanya?.

Saya dulu gak pernah ngarep bakal nikah ama bule,duh kepikiran aja kagak,serem bok tinggal jauh dari orang tua,secara dulu mikirnya kan orang Minang,anak satu-satunya perempuan pula mesti netap dirumah jadi Bundo Kanduang dalam keluarga.

Duluu sekali saya malah bilang sama Amak mau nikah ama orang Solo mau tinggal di Solo hihi,karena si Solo ini lelaki pertama yang saya kenali ke Ortu dan sebaliknya. Tapi ternyata sama si Solo gak jodoh lantaran kedua belah pihak keluarga tidak ada yang setuju,keluarga saya bilang kalau nikah mesti tinggal di Padang nah keluarga dia bilang mesti tinggal di Solo,yah jadilah tarik menarik yang akhirnya putus dan babay.

Nah sejak cerita si Solo berakhir gak pernah lagi kepikiran buat nikah,mikirin buat kuliah dulu saja,pacaran juga enggak,kalaupun saya punya hubungan dengan maya atau via facebook doank itu hanya buat semangat aja,biar ada yang bantuin begadang kerjain tugas-tugas kuliah,meski tak sedikit saya salah pilih orang,yang saya kira baik taunya bajing. Pembual dan pembohong.

Nah trauma donk,akhirnya tiap punya hubungan gak pernah lagi mikir mau lanjut,apalagi ampe jenjang nikah,duh dulu gak ada,jadi kalau ada yang saya kasih puisi dan geer akan hal itu salah besar,karena saya sejak jaman pacaran SMP alias cinta monyet selalu kasih puisi ke sang pacar,secara puisi buat saya yah dah biasa banget. Bisa aja di tanya sama yang kenal sama saya alias pacaran dari jamannya saya masih hijau pasti ada saya bikinin puisi cinta atau puisi galau 🤣🤣🤣🤣🤣.

Nah menjelang tamat kuliah terbetik niat dihati jika saya nikah,saya mau nikah sama orang Minang saja biar dekat ama keluarga,biar ilmu yang dapat di kuliah teraplikasikan,biar saya gak jauh dan bisa merawat orang tua.

Lah tapiiii.... nasib berkata lain.

Hingga tepat beberapa bulan menjelang tamat kuliah ada yang nawarin saya buat berangkat ke negara yang saya sendiri gak tau dimana,cuma tau benuanya saja,bahasanya apalagi kaga paham saya. Dia undang saya untuk datang menemani Ibu mertuanya untuk tahun baruan 2014 karena saat itu dia harus kerja di negara tetangganya.

Lah kesempatan gak datang dua kali,langsung saya iyakan,dan pas Seot 2013 saya tamat kuliah,wisuda,punya passport pertama kali dan umumkan pada keluarga bahwa saya akan ke Jerman.

Reaksi keluarga saya? Ketawa...tak percaya,siapa juga yang akan percaya,saya akan ke jerman,ngapain. Punya uang juga kaga,apalagi saya terkenal  pemimpi sejak kecil. Iya pemimpi.

Akhirnya semua dokumen buat sponsor saya kirim ke Jerman,dengan hanya persetujuan Abak dan Om saya,semua selesai Oktober 2013 urus visa ke Jakarta,kali pertama ke Jakarta dalam hidup saya setelah 2009 di jemput si Solo,tapi kali ini beda visi.

Visa saya lolos,asrtinya jalan saya mulus,ongkos di bayarin ibu mertua di kakak angkat saya ini dan tiket di tangan,27 November 2013 saya siap terbang ke negara yang saya sama sekali tak tau terletak dimana. Gila kan? Karena takdir itu membuat saya berani.

Nah ada satu hal saat saya mau berangkat si Uni bilang.

"Jika kamu berangkat kosongkan hatimu dari segala hubungan yang tidak jelas dan bawa hati kosong kesini". Karena saat itu dia tau betul saya punya hubungan maya ama lelaki Surabaya.

Awalnya saya tak paham arti kalimat ini,tapi saya pkir ada baiknya juga sehingga tiga hari sebelum berangkat saya babay sama si Lelaki Surabaya ini,lelaki maya tanpa ikatan meski ulng tahunnya berupa buntalan puisi,buat saya sekali lagi puisi itu hanya apa yang saya rasa saat itu dan tak mesti selamanya kan.

Lalu,kapan saya tau arti kalimat itu? Saat saya sudah di negara tujuan,3 hari setelah sampai,saat sudah pindah dari rumah si Uni  kerumah mama mertuanya, saat ada ulang tahun sahabatnya saya di undang,disana saya ketemu lelaki (yang kini jadi suami saya) dengan Pullover warna merah, kulit putih merona dan mata hijau malu-malu cinta pandangan pertama? Yah bisa jadi😃😃😃😃.

Hingga di kenalin,dan seiring waktu si dia yang pemalu ini jadi rajin bicara,bahasa Inggris yang patah-patah,bahasa Jerman yang saya tak paham sama sekali,tapi bekal kamus dan si Mama yang selalu betulin tiap vokal yang saya ucapkan,saya mulai kenal bahasanya.

Lalu waktu berjalan,dia yang selalu minta ijin mama saat mau bawa saya keliling kota,melihat hal-hal baru,dan selalu mengantar pulang tepat waktu.

Dan 3 bulan berlalu,saya harus pulang ke negara saya tercinta dan dia ternyata sudah jatuh cinta dan menyatakan sejak 26 Desember 2013,sebulan setelah kenal,tapi saya takut dan tidak menanggapinya.

Hingga  kepulangan saya tiba waktunya,dia yang mengantarkan kebandara,di perjalanan dalam kereta tepat 25 Februari 2014 dia melamar saya dan bilang setahun akan datang dengan keyakina sebagai seorang Muslim dan menikahi saya.

Dan begitu adanya Maret 2015 dia datang dengan keyakinan di dada dan kita menikah sampai kini dan semoga selamanya.

Ya itulah jawabannya,dia lelaki di pilihkan seseorang dan dia ternyata jodoh yang sudah di atur Tuhan.

Arnstadt 19.02
03.06.17

Senin, 09 Januari 2017

SEPOTONG CERITA

Senja sebentar lagi melamat disini,jarum jam menunjuk angka 14.06 siang,penantian masih lumayan tunggu,menjelang 15.30 saya masih harus duduk disini,menunggu pada seseorang di dalam gedung berlambang Garuda itu, yang masih mengerjakan dokumen-dokumen saya yang butuh di legalisir,di luar dingin pelan-pelan mulai kembali membelai pori melalui pintu yang tertutup dan terbuka seiring pengunjung Cafe yang lalu lalang,ah bukan Cafe tapi Lobby sebuah Hotel tepatnya,yang berada di sebelah gedung yang berjendela putih bisu. 

Yah,saya disini,sementara demi bisa berselancar didunia maya,setidaknya begitu.
Seperinya Matahari sudah ingin kembali,pada selimut biru,pada awan-awan pilu,menyiapkan hujan,gelap atau mungkin malam ini akankah saya menikmati Salju,entahlah,seperti yang tak mungkin,tujuh derajat dan berangi ini bukanlah waktunya bunga-bunga dari langit itu jatuh,dan sudah bulan kesekian musim ini dan si putih lembut itu belum jua menyentuh bumi,setidaknya jiwa in sudah rindu,pada beku,pada bisu,ahh mungkin nanti di perjalanan yang masih panjang dan gugu,biarkan sajalah,setodaknya besok saya sudah harus kembali pada kota itu,kota yang sama dengan tiga tahun lalu.
Berlin, 14.19
27.12.16

Minggu, 18 Desember 2016

Karena Saya Ini Pemuisi

Karena tidak dikasih kesempatan membesarkan yang di sayang,menjaga yang pernah di kandungan,membesarkan cinta yang di damba,menjadi wanita yang seutuhnya,mungkin Allah lagi menyiapkan rencana lain yang tak pernah bisa di tebak.

Belajar sabar itu tidak mudah,berkata,'yang sabar,semua akan baik-baik saja',sungguh sangat mudah sekali. Saya bisa,yah saya bisa bilang saya sabar,saya iklas,tapi hati tetaplah manusiawi yang kadang rindunya melampaui batas iman.

Tapi di tengah kelemahan ini,kesakitan yang tengah berjuang untuk sembuh,tengah berperang untuk menahan tidak menangis,menjatuhkan air mata saat rindu,itu sangat tidak mudah,saat mencoba tersenyum saat menceritakan proses kelahirannya,menceritakan betapa aktifnya dia,menceritakan betapa bahagianya pernah bersamanya,itu tidak mudah,bagi yang belum merasakan,yang tidak merasakan akan mudah saja berkata,sungguh berkata itu sangat mudah.

Tapi segala hal,saya sadar,hidup saya ini hanya jembatan antara alam rahim dan alam kematian,saya sadar,kelak saya juga akan pulang,padaNya,pada Allah,yang telah membawa harapan saya itu terbang,saya sadar betul itu,tanpa harus di ingatkan,tanpa harus di debatkan,karena saya tahu betul,bahwa nyawa saya pun milik Dia,tapi sekali lagi atas manusia yang punya rasa luput,lupa,dosa dan hayalan,kadang mimpi saya yang tak sampai itu membawa air mata,yah saya menangis karenanya,jika saya harus memeluk tangan saya sendiri kala saya rindu pada yang ingin saya punya,rindu pada yang ingin saya timang.

Namun,berjalan itu tak pernah mundur,akan selalu maju,menata langkah pelan-pelan,perlahan,belajar menerima,entahlah ujian,cobaan bahkan mungkin azab di kehidupan,sehingga yang disayang di ambil duluan,atau mungkin karena Dia terlalu sayang,terlalu cinta,hingga sang bidadari pulang padaNya,sebelum sempat tersenyum dan membuka mata dan memanggil saya dengan sebutan Ma.

Hidup itu juang,perejuangan yang tak akan selesai,bahkan ketika tubuh berbalut kafan,hanya berharap saja,hati ini kuat,jiwa ini kian bermunajat dan kesempatan masih panjang,Dia adalah sebaik-baik perencana kehidupan,mungkin segala ketakutan dalam hatilah yang membuatnya membawa sang jiwa pergi,agar hati bisa lebih tabah,kokoh melebihi baja.

InshaAllah,saya masihlah pemimpi yang kepala di cahaya tak hendak menuju mati pun memadam,jadi,janganlah salahkan,jika masih dan masih ada puisi-puisi sakit dan rindu yang menjerit pada jiwa yang telah di peluk langit,karena sejatinya kawan,saya ini pemuisi.

Jumat, 18 November 2016

Kala Sepi adalah Mainan

Ah sayang
Degup didada daban
Serupa layang-layang
Tanpa tujuan
Sepi yang kalap
Sunyi yang lindap

Rindu berderap-derap
Kehilanganmu bukanlah yang kami harap
Ah,sayang.
Jiwa yang menjadi angan
Kamu pulang pada Tuhan
Kami hilang harapan

Segala yang masih
Adalah kenangan
Sepi
Sunyi
Senyap
Mimpi kami lindap
Seiring musim yang menggelap.

Arnstadt 02.00
19.11.16

Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter