Rabu, 24 Februari 2016

Kembali Kepada Dingin


foto tahun jebot winter 2013:)
Hmmmm dah lama sekali gak update lagi ini blog, dah lama mati suri gegara diri yang sibuk berkelana, mulai dari persiapan segala macam sampai kembali lagi ke tanah empat musim, kepada dingin. Baru lima hari uih di sini, tapi rasanya dah kek menahun yah, ya eyaa lah secara ini udah ketiga kalinya balik kerumah ini, dan kali ini benar-benar pulang pada abang sayang. Ö)

Sekarang rata2 5 ampe -1 cuy luar biasahhh dari datang summer kemarin yang ampe 40°, oalaaahhhh berbanding terbalik ama dunia yang di tinggalkan itu, yang bernama Indonesia tercinta, hiksss hikss jadi melow kangen omahhhh.

Tapi ra popolah kembali dingin kehati yang hangat, hati pemilik hati. Alhamdulillah :).

20.51
24 Februari 2016 


Minggu, 03 Mei 2015

Sebuah Rindu Untuk Hatiku

Seperti biasa pagi ini kita berbicara,tentang masa, tentang waktu yang berjalan tak terduga, tentang senja, tentang luka-luka lalu yang setengah nganga. Sebuah senyuman simpul, sebuah dekap, sebuah kejap, sebuah ilusi tentang degup yang derap. Kita adalah matahari bagi kita sendiri, dimana api nyala dimatamu, menghangatkan aku, membakar kadang kala.

Aku suka, pada warna lembut pelangi di senyummu, mata hijau tua, muka yang kadang merah muda, malu-malu. Jiwa ini mabuk, jatuh cinta, atau entah apalah namanya, ejaaan tentang segala kamu tak akan pernah tamat. Ini terlalu dalam, rindu mendendam, sepi mengelam, bayangmu kini dekam, dalam dada menjadi sekam.

Bahkan aroma punggung tanganmu masih tertinggal,kala kuciumi senja tadi, saat hiruk pikuk itu membawamu pulang pada kota yang sepi, kota yang kurindukan. Tempat dimana aku dan kamu merenda sua, dua tahun lalu, dalam perjamuan yang manis, aku suka warna sweatermu kala itu, merah serupa wajahmu yang menyipu hatiku.

Bahkan sudut bibirmu masih bersamaku, searoma madu, kelopak musim semi merekahkan hatiku, meski tunggu ini sepi, kala purnama bulan depan menyapa, aku ada, kamu dalam kita. Kota kecil itu akan kembali menceritakan kisah.

Tangerang, 040415
Catatan hati bagi pemilik hati.

Rindu Yang Memberi Ruh

Dan hari ini datang sayang
Hari dimana kita akan saling bertatapan
Dalam rindu yang menumbuh
Untuk satu purnama aku pulang ke pangkuan ibuku 
:dan setelahnya kembali denganmu

Mereja jarak,mengeja pijak
Dalam hidup yang bermula berdua
Menjadi sayapmu dan juga segala.


Hari ini datang sayang
Hari dimana kita saling peluk
Dalam tawa yang terkulum. 

Juni nanti merah jambu pipimu
Akan kembali merona

dan aku pada cahaya matamu 
Tetap akan terbakar dalam rindu.

Aku mencintaimu lelaki yang telah menjadi hidupku.
Aku mencintaimu dalam tiap detak jiwa ini memberi ruh.

Jakarta, 02Mei2015
saat kau kembali ke kota kecilmu

Kamis, 13 Maret 2014

Riak Danau dan Kota Yang Rindu

Pada malam yang hampir menyetiga
Aku, sepi yang hujan di pelupuk mata
Rindu bermain-main di kepala
Riak danau dan bau tanah

Kota tua, pun putih yang kilau
Dingin menjadi api dalam sepi
Ah, kau pilu yang menghilang
Pada endapan salju-salju tepian danau
: dulu

Dan pada hijau tua di matamu itu
Aku menikmati riak yang mengalun
Angsa-angsa putih berkejaran
Ah.. cinta adalah kedamaian yang tak berwujud
Dan aku suka,riak danau di kota itu
: kota yang rindu

Padang, Di Batas Kenangan, 13 Maret 2013, 22.16


Timer

About

Seseorang yang sedang belajar menulis, masih belajar dan terus belajar.

The Visitor of My Blogs

Flag Counter